Selasa, 04 Januari 2011

tata surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi[b], dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).
Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

proses terjadinya pelangi

Terjadinya pelangi adalah pembiasan cahaya. Ketika dibiaskan, cahaya akan berubah arah. Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari medium satu ke yang lain. Hal ini terjadi karena cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan.

Ketika memasuki prisma kaca, cahaya akan dibelokkan. Begitu pula jika keluar dari prisma.

Selain membiaskan cahaya, prisma memisahkan cahaya putih menjadi komponen warnanya. Warna cahaya yang berlainan ini berbeda frekuensinya, sehingga memiliki kecepatan tempuh berbeda ketika memasuki suatu zat.

Cahaya yang kecepatannya rendah di dalam kaca akan dibelokkan lebih tajam ketika pindah dari udara ke kaca, karena perbedaan kecepatannya berlainan. Tak mengherankan jika komponen yang membentuk cahaya putih dipisahkan berdasarkan frekuensinya ketika melewati kaca. Pada prisma, cahaya akan dibelokkan dua kali, ketika masuk dan keluar, sehingga penyebaran cahaya terjadi.

Tetesan air hujan dapat membiaskan dan menyebarkan cahaya mirip sebuah prisma. Dalam kondisi yang tepat, pembiasan cahaya ini membentuk pelangi.

Minggu, 21 November 2010

Indah-nya persahabatan

Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi...
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..  


for 1DD03

Sabtu, 13 November 2010

Bengkulu Inflasi Tertinggi di Indonesia

Bengkulu mengalami inflasi tertinggi Indonesia yaitu sebesar 3,03 persen dengan IHK 128,01. Sedangkan inflasi terendah adalah Tanjungpinang 0,12 persen dengan IHK 122,02. Demikian dikutip dari website bps.go.id, Senin (2/8/2010).

Secara nasional, Juli 2010 terjadi inflasi sebesar 1,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,74 dan inflasi itu meliputi 66 kota di Indonesia.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 4,69 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,65 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen.

Selain itu, juga mengalami kenaikan di kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,86 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 1,51 persen. Sedangkan kelompok sandang pada bulan ini mengalami penurunan indeks 0,09 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2010 sebesar 4,02 persen dan laju inflasi year on year (Juli 2010 terhadap Juli 2009) sebesar 6,22 persen.

Komponen inti pada bulan Juli 2010 mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juli) 2010 sebesar 2,07 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Juli 2010 terhadap Juli 2009) sebesar 4,15 persen. (*)

pendapat saya: bengkulu walaupun bukan kota besar seperti jakarta tapi bisa menyetabilkan tingkat inflasi diindonesia. saya berharap semua kota besar dan kecil bisa seperti kota bengkulu.

Laju Inflasi di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia

Laju inflasi Indonesia lebih rendah ketimbang negara-negara tetangga sejak petengahan 2009. Solidnya pengaturan harga energi dan stabilnya nilai tukar rupiah menjadi faktor penekan laju inflasi.

Demikian yang dikemukakan Lead Economist World Bank’s Jakarta Shubham Chaudri dalam seminar bertajuk “Indonesian Economic Quarterly Report” yang digelar di Gedung Energy, Jakarta, pekan lalu. Namun, ia tidak membeberkan rincian tingkat laju inflasi, dan negara tetangga mana yang memiliki laju lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Menurut Shubham, solidnya pengaturan harga energi yang diberlakukan oleh pemerintah mnjadikan harga konsumen tidak terpengaruh oleh melambungnya harga energi dunia pada awal 2009. Faktor pemulihan nilai tukar rupiah yang relatif stabil turut berandil besar dalam menekan laju inflasi.

Namun, Shubham juga menjabarkan beberapa faktor yang berpotensi akan melambungkan inflasi Indonesia menjelang 2011. “Naiknya harga komoditas yang disebabkan oleh tingginya demand, nampaknya akan menjadi penyebab utama,” ujar Shubham, seperti yang dikutip laman resmi Kementerian Keuangan.

Faktor lain yang turut mendorong laju inflasi yaitu naiknya tarif dasar listrik sebesar 10 persen. Pemerintah berencana memberlakukan tarif dasar listrik yang baru mulai Juli mendatang.

Sebelumnya, Bank Dunia kembali menaikkan proyeksinya terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Terakhir, Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,6 persen. Sekarang Bank Dunia merevisi menjadi 5,9 persen, lebih tinggi daripada target pemerintah sebesar 5,8 persen.

Kepala Ekonom Bank Dunia Shubham Chaudhuri memperkirakan, tingkat pertumbuhan tahunan (year on year) pada kuartal kedua tahun ini akan meningkat hingga 6 persen dan akan mendekati 6,5 persen pada triwulan akhir.

"Percepatan demikian akan mengembangkan keseluruhan ekonomi Indonesia sebesar 5,9 persen," kata Chaudhuri. Adapun tahun depan, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan akan lebih besar lagi sekitar 6,2 persen.

Konsumsi menjadi faktor penyumbang terbesar pertumbuhan. Pertumbuhan konsumsi sektor swasta diperkirakan 5,1 persen. Indikasi kenaikan konsumsi ini dapat dilihat dari pertumbuhan penjualan sepeda motor dan kendaraan bermotor yang meningkat memasuki triwulan kedua 2010. Pada April saja penjualan sepeda motor naik, mencapai 70 persen dibanding tahun lalu.

Tingginya permintaan dalam negeri menyebabkan industri di sektor-sektor yang menekankan pemenuhan kebutuhan dalam negeri akan lebih baik dibanding sektor yang menekankan ekspor. "Telekomunikasi, transportasi, jasa, dan sebagainya akan tumbuh baik dibandingkan dengan sektor manufaktur yang mengandalkan pasar luar negeri," ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan investasi yang tengah terjadi juga diperkirakan akan mendorong peningkatan ekonomi. Sejak kuartal ketiga 2009 hingga kuartal pertama 2010, belanja investasi meningkat 7,9 persen.

Ekonom CIMB Niaga Winang Budoyo bahkan lebih optimistis pertumbuhan 2010 bisa mencapai 6,1 persen. Faktor konsumsi menjadi penyumbang utama. Selain itu, tingkat ekspor dan investasi membaik dibanding tahun sebelumnya.

pendapat saya: stabilnya nilai tukar rupiah menjadi faktor penekan laju inflasi.
Naiknya harga komoditas yang disebabkan oleh tingginya demand, nampaknya akan menjadi penyebab utama.

kebijakan fiskal dan moneter harus redam inflasi

JAKARTA – Selain faktor geografis, sulitnya meredam inflasi di Indonesia karena hambatan pada jalur distribusi, sehingga pasokan barang tersendat, terutama bahan pangan.

Oleh karena itu, meredam inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, tetapi harus dipadukan dengan kebijakan fiskal.

“Inflasi di Indonesia lebih karena faktor pasokan, terutama di kelompok bahan makanan. Ini bisa karena masalah pasokan maupun distribusi,” kata Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sampai September 2010, laju inflasi komponen inti tahun kalender adalah sebesar 3,21 persen dan 4,02 persen secara tahunan, lebih lambat dibandingkan laju inflasi umum.

Inflasi inti mencerminkan level ekspektasi dan situasi pasar yang menjadi domain kebijakan moneter. Komponen harga barang dan jasa yang diatur pemerintah (administered price) juga belum menekan inflasi.

Oleh karena itu, faktor yang mendorong infl asi lebih karena kelompok volatile food. “Sebelum mata rantai di kelompok volatile food dibenahi, maka tekanan inflasi pasti akan tinggi pada saat-saat tertentu.

Ini tidak bisa hanya dengan menggunakan pendekatan moneter seperti menaikkan suku bunga acuan,” kata pemilik kelompok usaha Para Group itu.

Jika hanya menggunakan pendekatan moneter, justru dapat berdampak negatif ke sektor riil, terutama kalau suku bunga acuan dinaikkan lalu perbankan ikut-ikutan menaikkan suku bunga. Transportasi Pendapat senada dikemukakan oleh pengamat ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri.

Kelompok monetaris, katanya, berpendapat inflasi merupakan fenomena moneter. Namun ternyata tidak selalu seperti itu, inflasi bukan hanya faktor moneter.

Di Indonesia, lanjut Faisal, inflasi lebih banyak disumbangkan oleh faktor transportasi, selain masalah perubahan iklim. Oleh karena itu, pembenahan yang paling utama untuk meredam laju inflasi adalah pembangunan infrastruktur.

“Secara moneter, justru pengelolaan inflasi oleh bank sentral membaik. Dulu core inflation lebih tinggi dari headline inflation, sehingga instrumen moneter dapat dikatakan mandul. Namun sekarang hampir sama,” kata Faisal.

Oleh karena itu, tambah Faisal, bank sentral belum perlu menaikkan suku bunga acuan. Seandainya inflasi di atas enam persen, mungkin saja bank akan mulai ancang-ancang me naikkan suku bunga.

Sementara itu, pengamat ekonomi Indef, Aviliani, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur memang akan efektif dalam meredam laju inflasi. Inflasi di Indonesia selama ini sangat didominasi oleh bahan makanan.



pendapat saya: seharusnya pemerintah lebih mementingkan rakyat kecil. dan tau apabila kebutuhan akan naik maka pemerintah menydiakan stok yang lebih banyak agar kenaikan tidak terlalu tinggi.

Laju Inflasi Indonesia Lebih Baik Dari Zimbabwe

Laju Inflasi Indonesia Lebih Baik Dari Zimbabwe


perekonomian di Indonesia, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan laju inflasi di indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
Menurutnya inflasi Indonesia sampai 600% pernah terjadi dimasa Orde Lama. Pada tahun 2005 pemerintah memutuskan harga bahan bakar minyak dinaikkan saja. Inflasi menjadi 17 persen saja rakyat masih ngamuk.

“Di sini masih lebih baik tidak seperti di Zimbabwe yang saat ini inflasinya 7.000%, jadi duit itu beli bakso Rp 7.000 perak, jam 12 sudah jadi Rp 10.000," ujar Sri Mulayani yang juga Menteri Perekonomian dalam acara olimpiade APBN Tingkat SMA di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (5/8/2009).

Sebagai pemegang kuasa anggaran Negara, kata Sri Mulyani, terkait APBN, dirinya akan sangat ketat dalam melakukan seleksi dan menyetujui anggaran yang diajukan kementerian dan lembaga yang ada.

"Menyusun APBN secara prinsip sama dengan belanja. Mungkin karena menkeunya cewek mengerti dan senang belanja. Menteri pertanian bilang begini begitu kayak dampak el nino dibutuhkan anggaran lebih, Menteri ESDM minta subsidi, Menhub minta dibikin pelabuhan, seperti itu. Jadi mana yang bisa dipotong, yang bisa dirasionalkan," jelasnya.

Sebab menurutnya jika Menteri Keuangan tidak selektif dalam menyetujui anggaran kementerian dan lembaga maka defisit anggaran akan meningkat.

"Kalau (anggaran) tidak bisa (dipotong) ya kita harus defisit, artinya pinjam. Waktu zaman Pak Soekarno defisit sangat kronis. Pinjam-pinjam masih kurang maka suruh cetak duit. Karena BI tidak independen. Maka tinggal minta uang dicetak sebanyak-banyaknya, misalnya untuk bikin Monas kita cetak duit banyak," ujarnya.
(dtk/tim)

sumber :
http://www.radar.co.id/berita/read/3831/2010/Laju-Inflasi-Indonesia-Lebih-Baik-Dari-Zimbabwe-

pendapat saya: saya setuju dengan Sry Mulyani yang membuat negara kita lebih baik dari negara lain.